Kreatif adalah Kuncinya


Anda pernah mendengar atau  membaca sarjana tidak siap kerja atau teori di buku tidak sama dengan praktek di lapangan atau Link and Match?…. Semua itu adalah kata2 yang menggambarkan bahwa dunia pendidikan tidak nyambung dengan dunia kerja.  Kenyataan itu memang ada. Apa yang dilakukan mahasiswa di kampus,  kenapa teori di buku beda dengan praktek di lapangan mana yang benar teori di buku atau praktek dilapangan. Sepertinya hal ini perlu menjadi perhatian.

Waktu saya nangkring di bangku kuliah saya termasuk mahasiswa yang paling banyak protes dan berseberangan dengan dosen, terutama bapak2 karena saya tidak punya nyali untuk berdepat dengan ibu2 dosen saya yang cantik. Nggak tegalah bikin wajah dosen saya yang cantik jadi sewot so pasti nilai yang dikasih ibu dosen juga memuaskan beda jauh dengan nilai yang dikasih bapak2 dosen.  Saat saya telah menggunakan Windows dikampus saya harus belajar DOS,  saat saya menggunakan Microsoft office  dikampus belajar ws, Lotus 123, saat saya butuh Visual Basic dikampus saya dapat Dbase III Plus, Cobol Fortran, Pascal dan banyak lagi yang lainnya semua serba sedikit. Singkatnya yang saya butuhkan tidak nyambung dengan apa yang saya dapat di kampus. Masalah ini yang memiliki kontribusi besar penyebab lahirnya sarjana tidak siap kerja. Bagi saya pribadi dampaknya, kampus hanya tempat nangkring dan yang saya dapatkan hanya selembar kertas yang menyatakan “Berhak menggunakan gelar sarjana”.

Kenapa saya menggunakan Microsoft Ofice, Visual Basic  sedangkan yang saya pelajari di kampus adalah ws, Lotus 123, dbase III Plus, Cobol, Fortrans, pascal?…Jawabnya hanya dunia kerja saat itu membutuhkannya namun kampus masih bertahan dengan apa yang ada. Mungkin karena tenaga pengajarnya hanya bisa itu, dan malas mempelajari yang baru. Lho dosennya aja malas, apa kata dunia!….. Menurut saya sangat minim ilmu yang diperoleh di kampus untuk dapat diaplikasikan dalam memenuhi kebutuhan dunia kerja, bahkan untuk saya boleh dibilang tidak ada sama sekali, sehingga pantaslah banyak orang bicara tntang sarjana tidak siap kerja. Saya berhasil mendapatkan gelar sarjana, namun apa yang saya miliki saat ini adalah hasil kreatifitas. Profesi sebagai proggramer telah saya jalani sebelum saya duduk di bangku kuliah sedangkan kampus hanya memberikan nilai tambah dengan selembar ijazah.

Gambaran tersebut terjadi pada saya di PTS bagaimana di PTN. Sedikit beruntung, umumnya PTN diisi oleh manusia pilihan disamping dibiayai oleh orangtua dan juga kampus memiliki fasilitas lebih dibanding PTS sehingga di PTN memungkinkan muncul apa yang namanya kreatifitas. Mahasiswa masih punya kesempatan untuk belajar melalui berbagai macam media yang tersedia dan motifasi yang lebih tinggi.

Bila anda berfikir lebih objektif, maka anda akan menemukan kesimpulan bahwa untuk mengatasi masalah tersebut  anda harus menciptakan kreatifitas.  Sesungguhnya kampus hanyalah sebuah media untuk belajar. Lahirnya sarjana tidak siap kerja, itu karena mahasiswa yang tidak menggunakan media itu dengan baik. Cara belajar anda yang harus diberikan perhatian lebih besar, misalnya dalam membaca buku, biasanya hanya sebagian kecil saja buku itu yang kita baca, apalagi untuk membaca kata pengantar yang diberikan penulis, pada hal itu penting.  Dari yang sebagian kecil itu tidak semua dapat kita kuasai.

Anda harus singkirkan pikiran negatif tentang dosen dan kampus anda. Cara belajar efektif perlu anda kembangkan untuk mengembangkan diri anda sendiri, tanpa perlu menyalahkan pihak tertentu. Apalagi memikirkan moralitas tenaga pendidik yang semakin buruk. Semua akan sia2. Lebih baik anda memahami bahwa teori buku yang berbeda dengan praktek di lapangan adalah karena kita yang tidak mampu mengaplikasinnya dilapangan kerja, disamping apa yang ada di buku memang harus disesuaikan dengan kondisi yang ada. Teori  di buku merupakan acuan dasar untuk diaplikasikan.

Saat ini media untuk belajar terbuka luas. Beda dengan saat saya masih jadi mahasiswa.  Anda harus kreatif untuk menggunakan media itu sebaik2nya. Kampus hanyalah bagian kecil dan jangan sandarkan harapan anda hanya pada kampus jika anda tidak mau menerima sebutan sarjana tidak siap kerja. Hanya kreatifitas yang akan merubah sebutan itu menjadi  sarjana yang mampu menciptakan lapangan kerja.

Perguruan Tinggi adalah lembaga formal yang menyediakan fasilitas pada anda untuk mengembangkan diri hingga anda menjadi personal yang punya kemampuan dan memenangkan persaingan, namun kebutuhan bukan hanya formalitas walau untuk budaya Indonesia itu masih merupakan yang terpenting. Anda perlu tahu bahwa tempat mengembangkan diri bukan hanya itu. Anda dapat lihat fakta bahwa banyak tokoh tidak berasal dari perguruan tinggi. Bill gates pendiri Microsoft bukanlah jebolan perguruan tinggi. Ulama besar Buya HAMKA bergelar DR, tak pernah menjadi mahasiswa namun beliau mampu jadi yang terbaik dan banyak lagi. Itu cukup sebagai bukti bahwa kreatifitaslah yang membuat seseorang mampu berbuat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: