Perjalanan Dengan BusWay


pdbl.jpgHari Minggu kemaren 9 Des 2007 bertepatan dengan peringat hari Anti Korupsi sedunia.  Saya ingin bergabung dengan teman-teman pada pawai dalam menyambut hari Anti Korupsi tersebut. Sengaja saya meminta anak saya untuk mengantar saya sampai Halte BusWay di depan pintu gerbang Kawasan Industri Pulo Gadung. Hitung-hitung survey perjalanan dengan BusWay dengan Tujuan Monas. Sebelumya saya pernah juga mencoba  dari Dukuh – Blok M. Ternyata pengelolaan BusWay banyak tanda ??????.

Pukul delapan 8.18 saya menaiki tangga masuk halte dan kebetulan saya yang pertama selain petugas. Pertama saya ragu apakah BusWay tidak beroperasi di hari Minggu. Ternyata dugaan saya salah, sewaktu baru saja mengarah ke loket petugas telah siapkan tiket untuk saya. Saya bertanya “BusWay mulai operasi jam berapa?… “. Jawabnya singkat “Hari biasa jam 5.30”. Saya terus membayar tiket sesuai yang tertera di loket Rp.3500 tampa banyak tanya dan terus masuk ke halte.

Di dalam halte tidak ada petunjuk dan salah satu pintunya selalu terbuka, kelihatannya rusak. Beberapa saat satu persatu berdatangan calon penumpang dan mulai ramai. Lama saya menunggu, sampai saya menghitung 7 Busway telah melalui hate ini menuju Pulo Gadung namun belum satu pun dari Pulo Gadung. Saya lihat petugas cleaning service membersihkan lantai dengan sapu sehingga petugas yang berada didepan pintu masuk menghindar karena debu beterbangan. Untuk mengghilangkan kejenuhan dan hilangnya kenyamanan karena ganguan debu, saya bercerita dengan calon penumpang lainnya… “Mungkinkah orang yang punya mobil beralih menggunakan BusWay?”. Dia menjawab “Orang setingkat supervisor ke atas tidak mungkin menggunakan BusWay?”. Saya percaya jawaban tersebut, karena ternyata naik BusWay hampir sama dengan naik kereta, Cleaning service seenaknya tanpa mengerti dengan kenyamanan orang lain.

Akhirnya setelah 40 menit menunggu, datanglah BusWay dari arah Pulo Gadung, saya langsung naik tanpa perlu bertanya pada siapapun. Ternyata setelah sampai pada terminal tujuan baru saya ketahui bahwa saya harus transit untuk melanjutkan perjalan ke Monas.

Sepanjang perjalanan banyak jalan berlobang yang menggambarkan bahwa pengelola kurang tanggap, sehingga perbaikan tidak segera dilakukan. Saya hanya melihat pawai anti korupsi sedikit saja karena sudah siang sehingga tidak tertarik untuk bergabung dengan mereka. Monas juga kelihatan sepi sehingga saya lanjut ke harmoni transit dengan tujuan kali Deres.  Sesampai kali Deres saya turun dan langsung cari warung nasi karena terasa lapar.

Tidak berlama-lama saya kembali naik busway. Dalam perjalanan pulang ternyata Busway juga mengalami macet, memang tidak sama dengan macetnya di jalan reguler.  Di harmoni saya melihat halte sudah persis sama dengan station  dan saya langsung antri di pintu jurusan Pulogadung, Kp. melayu karena saya ingin ke Kp. Melayu. Saya pikir Bus akan menuju Dukuh Atas ternyata tidak. Sesampai di halte senen ada pemberiatahuan transit, Ancol, kp.Melayu, Rabutan dll. Saya bertanya ke petugas, Bus ini kemana ? jawabnya ke PGC.  Disini terjadi kesalahan teknis yaitu terjadi pertemuan penumpang yang mau naik dan yang mau turun, saling tidak mau mengalah. Arahan petugas kurang mendapat perhatian.  Jadinya mobil harus menunggu agak lama. Setelah saya sampai di tangga untuk ke halte Kp. Melayu saya lihat mobil sudah bergerak seiring itu orang-orang berteriak karena seorang  bapak-bapak terjatuh dari Pintu mobil yang masih terbuka. Mobil kembali berhenti. Masih beruntung bapak tersebut tidak cedera berat,  saya lihat beliau dapat berdiri sendiri tanpa perlu dibantu. Tapi itu harus segera dia lakukan karena ban mobil berada didekatnya. Soal sakit itu adalah Pasti. 

Karena banyaknya orang yabg berdesakanm saya merasa akan menggangu bediri di jalanan, saya meneruskan langkah ke halte Kp.Melayu. Disana saya lihat ada dua pintu namun keduanya bertuliskan KP. Melayu. Saya memilih salah satunya. Tidak lama ada bus, saya langsung naik. Setelah sampai di dalam Bus ada penumpang lain bertanya “Mobil ini langsung ke Rambutan mas”?, Bukan pak. ini ke PGC. Lho saya tadi turun dari mobil yang ke PGC sekarang naik dengan tujuan kp.Melayu ternyata PGC lagi!. Ngak beres. Sejelas-sejelasnya itu tertulis Kp. Melayu ternyata bukan. 

Mau marah, marah ke siapa!. Tapi ini adalah nyata-nyata kelalaian pengelola. Kebetulan tepat di belakang adalah mobil kp.Melayu, petugas memberi tahu. namun tidak mungkin sekarang. Di halte berikutnya saya dan banyak penumpang lainnya pindah mobil. Dan melanjutkan perjalanan ke terminal tujuan Kp. Melayu.

Sesampai di Kp. Melayu saya langsung ke WC umum karena saya sudah merasa ingin buang air kecil sejak di halte senen namun saya tidak melihat adanya toilet jadi berusaha menahan. Yach terpaksa di tahan.  Bagaimana kalau terjadi kebelet di Halte ?.. wahc pasti seru!……

Baru mencoba, sudah menemukan pengalaman yang kurang memuaskan?… Gombal….

Iklan

2 Tanggapan

  1. Harusnya sebelum jam 7 tiket busway rp 2 rb, bukan 3500.

    ZB:
    Saya pikir saya sudah ditipu karena saya benar2 bayar 3500, maklum di Negara kita tercinta ini penipu ada di-mana2, ternyata setelah saya baca kembali pengalaman tersebut anda yang kurang teliti, saya nyampai dihalte jam menunjukan pukul 8.18.

  2. ass. selamet pagi menjelang siang pak,
    sy mo tanya bagaimana memasukkan 1 transaksi bln lalu (yg tertinggal, ex : Jurnal Pengeluaran Kas : Advance Bln Okt’12) terlanjur menjadi lap. keuangan, yang akan dimasukkan di bln Nov’12, bagaimana membuat Memorial di bulan Nov’12, mohon bantuannya.. Trims.

    ZB:
    catat sesuai fakta transaksi namun otomatis akan merubah laporan Oktober, jika tidak mau diubah catat sebagai jurnal penyesuaian. namun bagaimanapun sistem akuntansi tidak dapat membenarkan kejadian ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: