Menjadi SDM IT yang Handal.


Terkait dengan tulisan bapak Budi Mencari SDM IT yang Handal dan Belajar Bahasa Pemrograman yang manaPerbandingan beliau 1:20, itu masih merupakan angka maya karena bahkan mungkin tidak ditemukan. Dan juga disebutkan diantara pelamar, dimana pelamar tersebut adalah personal yang merasa mampu menempati posisi yang dilamar. Kalau di ambil lulusan perguruan tinggi bidang IT mungkin perbandingan tersebut bisa 1:200 bahkan lebih kecil lagi.

Namun kita kembali kepada pihak yang membutuhkan, tentunya batasan handal masing-masing tempat berbeda. Asal jangan digunakan kategori handal bila hanya bisa mengoperasikan MS Office karena ini sudah keharusan bahkan sudah dimiliki oleh siswa tingkat sekolah dasar, terutama siswa di kota besar. Jadi bukan lagi hanya orang IT. Yang lebih penting sekarang kita harus keluar dari budaya serba bisa namun bisa hanya sedikit. Untuk itu saya mencoba memberikan batasan minimum yang harus dipenuhi oleh SDM IT tingkat pendidikan setara D3 sbb:

  1. Mengusai salah satu sistem operasi. Di Indonesia yang popular adalah Windows & Linux. 
  2. Menguasai Hardware secara umum
  3. Menguasai sistem database dan salah satu aplikasi DBMS. (Oracle, MsSQL, MySQL,…) 
  4. Menuasai bahasa SQL.
  5. Menguasai salah satu Web Server (IIS, Apache,…) 
  6. Menguasai Bahasa Script minimal HTML, Javascript dan PHP.
  7. Menguasai salah satu Bahasa Pemrograman (VB, Delphi,…) 
  8. Menguasai Salah satu popular Tools 
  9. Menguasai Akuntansi sebagai kolaborasi utama sistem informasi.
  10. Dukumentasi

Dengan mengusai batasan tersebut di atas, Jadilah anda seorang SDM IT yang berada pada kategori handal di tingkat setara D3. Untuk tingkat S1 ditambah dengan pengusaan design sistem informasi dan Sistem Akuntansi serta Art Design. Sedangkan level yang lebih tinggi lagi hanya berbeda pada level penguasaan. Sangat disarankan untuk benar-benar menguasai salah satu sebelum mencoba yang lain. Kecenderungan pengguna akan migrasi ke Linux dimana Sistem operasi Linux telah menunjukan kehandalannya di dunia maya dan pengembang mulai melangkah ke Aplikasi destop namun itu tidak mudah. Pemakaian Ms Windows masih menguasai dunia IT.Di usulkan Perguruan Tinggi tidak perlu lagi memberikan mata kuliah “Ms Office” karena ini sudah menjadi bagian pendidikan dasar dan menengah sehingga sudah harus dikuasai sebelum masuk ke jenjang perguruan tinggi. Bagi yang kenyataannya masih belum, yang bersangkutan harus mendapat pendidikan profesional diluar bangku kuliah.Perguruan Tinggi dan Mahasiswa bidang IT harus mengikuti Trend Teknologi karena teknologi Informasi berkembang sangat pesat. Jika tidak, bisa jadi apa yang telah didapat dibangku kuliah sudah tidak digunakan lagi. Fakta yang saya hadapi, dulu saya seorang programmer Clipper dan saya begitu yakin dengan kehandalannya bahkan untuk dipakai pada saat ini namun sekarang saya harus migrasi. Disisi Lain dulu saya tidak tertarik sama sekali dengan PHP3 namun sekarang saya harus belajar PHP.

Iklan

3 Tanggapan

  1. Menurut saya, calon pekerja TI harus fokus ke bidang tertentu. Misalnya senengnya database. Dia bisa mulai ngutak ngatik access, msSql, mySql sampai tuning oracle. Kalo senengnya ngoprek server dia bisa belajar dari windows xp, 2003, linux sampai as400. Kalo senengnya bikin program, bisa dimulai dengan menguasai php, delphi, vb, java .net.

    Kalau sudah merasa mahir, bisa dicoba untuk mengevaluasi kemampuan dengan ikut sertifikasi internasional.

    Jadi jangan sampai dipelajari semua tapi akhirnya tidak ada yang dikuasai.

  2. Benar juga sih, kalau kita berada dilingkungan manajemen Jepang, misalnya pada Toyota, tukang bikin pintu sebelah kanan ngertinya hanya seluk beluk pintu sebelah kanan, jangan tanya pintu sebelah kiri. Tapi uda ada sih dilingkungan kita yaitu bengkel kanalpot hanya mau ngerjain kanalpot. Tapi beda lagi dokter spesialis penyakit dalam juga praktek sebagai dokter umum. Pernah juga saya dikomentari oleh Jepang. “Hebat ya orang Indonesia bisa macam-macam program !…
    Namun singkatnya aja, untuk kondisi sekarang ini, budaya kita masih sangat kuat dengan serba bisa, guna dan serba lain-lain. Itu juga menunjukan bahwa bangsa kita tidak bisa bersatu. Jadi kalau bisanya hanya itu saja kurang dihargai dan tidak efektif.
    Sebagai fakta saat ini banyak sekali SDM IT yang bisa bahasa program tertentu !… baik itu dari pendidikan formal apalago otodidak, namun dia tidak dapat menghasilkan satu program yang dapat dimanfaatkan orang lain. karena dalam membuat program ada suatu persyaratan lain dia harus pennuhi masalnya akuntansi. Kalau dalam teorinya programmer hanya menterjemahkan kebutuhan ke dalam bahasa program tapi nyata tidak begitu !..
    Karena itu kita harus menguasai satu set dan masing-masing element kita pilih salah satu dari banyak pilihan masalnya dari macam-macam database kita pilih MySQL.

  3. background saia dari kendali Elektronic, tapi saia ingin jadi IT, apa benar menjadi IT harus menguasai Akuntansi sementara saia dari elekronic

    ZB:
    Ini tergantung lapangan kerjanya. Bila lapangan kerjanya fokus pada layanan teknik seperti provider, telkom, industri elektornik dan sejenisnya tentu tidak membutuhkan pengetahuan akuntansi untuk bidang kerja tersebut, namun permasalahannya IT dalam dunia usaha umumnya berkaitan langsung dengan Akuntansi sehingga IT juga dituntut untuk menguasai akuntansi agar dapat memberikan layanan yang dibutuhkan oleh bagian akuntansi.
    Dalam kenyataannya banyak ahli IT katakanlah jebolan perguruan tinggi ilmu komputer berbekal pengetahuan komputer dan pemrograman namun tidak dapat mengaplikasikan ilmunya karena tidak dibekali dengan pengetahuan akuntansi yang memadai. Melihat kenyataan tersebut saya berpendapat tenaga IT perlu pengetahuan akuntansi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: