Mental Pemimpin


Secara simple kita dapat katakan bahwa orang yang tampil sebagai pemimpin adalah orang yang pintar, punya pendidikan yang cukup  sehingga ia terpilih atau dipilih jadi pemimpin. Pernyataan demikian hanya sebagian kecil saja yang dapat dibenarkan. Banyak orang yang pintar, punya banyak kelebihan tapi tidak tampil sebagai pemimpin karena yang bersangkutan tidak memiliki ambisi untuk itu dan ada pula karena tersingkirkan.

Apa sih sebenarnya kunci untuk jadi pemimpin ?…

Menurut yang saya lihat dilingkungan sendiri masa sekolah, orang yang tampil sebagai pemimpin di kelas (ketua kelas) tidaklah selalu orang yang pintar. Kenapa dia dipilih?…  demikian juga pemimpin dalam lingkup yang lebih luas sampai pemimpin negara. Banyak pemimpin yang tidak dilahirkan oleh perguruan tinggi. Bahkan fakta membuktikan yang buta pun bisa jadi presiden sekalipun dari kecil saya sudah tahu bahwa negara hanya membutuhkan putra putri indonesia yang sehat jasmani dan rohani. dalam pengelolaan negara. Ini dibuktikan dalam banyak hal kita diwajibkan memiliki surat keterangan untuk itu, surat keterangan bebas lingkungan dan sebagainya namun kita jangan tetegun dengan hanya itu. Semua itu hanya aturan yang dibuat oleh penguasa yang ingin mempertahankan kekuasaannya. Kita harus perjuangkan bahwa pendidiri negara ini telah menyusun UUD yang didalam nya ada pasa 33 dan menetapkan Dasar negara yang didalamnya ada sila keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia serta sekarang telah ada perguruan tinggi yang memfasilitasi penyandang cacat untuk menempuh pendidikan tinggi.  Artinya setiap warga negara punya hak dan kewajiban yang sama dalam hukum namun apapun permasalahannya yang kuatlah yang akan menang.

Hidup dan kehidupan adalah suatu yang kompleks. Yang tidak mungkin bisa jadi mungkin dan begitu juga sebaliknya. Banyak orang bermimpi untuk jadi penguasa tapi lenyap karena tidak mampu menghadang rintangan.  Kutu yang loncatannya tinggi, tapi kalau ditempatkan dalam kotak korek api otomastis dia akan mampu meloncat setinggi korek api saja, setelah beberapa saat , ia akan lemas tak berdaya. Bob Sadino yang tadinya seorang pedagang osongan sekarang ia pengusaha supermaket termashur.  Dia tidak punya pendidikan formal tapi dia punya banyak pengalaman dan dia belajar dari pengalamannya itu.

“Sebuah ungkapam lama menagatakan, kita tidak bisa merobah arah angin tapi kita dapat menyesuaikan layarnya.”

Ungkapan itu mengingatkan kita agar tidak menyerah pada keadaan. Kemenangan tidak terlepas dari keberuntungan tapi keberuntungan itu tidak datang dengan sendirinya. Cara untuk mendapatkan keberuntungan adalah menciptakan peluang. Semua kita punya peluang namun yang mempunyai peluang lebih besar adalah orang yang belajar, belajar dan belajar. Lembaga tempat belajar secara formal adalah bangku pendidikan formal namun belajar dari pengalaman tidak kalah pentingnya.  Lembaga pendidikan formal melahirkan orang pintar sedang pengalaman melahirkan orang cerdik.

Bila mengalami suatu kegagalan, anda gagal menjadi seorang legislator, bukan karena anda kurang pintar, tapi bisa karena anda kurang cerdik.  Jangan anda salahkan orang lain dan jangan anda berhenti sampai disitu. Kegagalan itu adalah sebuah pengalaman yang nantinya akan menjadikan anda cerdik. Masih banyak yang  bisa anda rebut. Bukan tidak mungkin yang lain itu akan lebih baik untuk anda, atau anda harus menyempurnakan bagaimana cara untuk memperoleh tujuan anda. Bila anda behasil mendapatkan sesuatu yang anda inginkan, anda sukses. Jangan bilang bahwa itu adalah berkat kehebatan anda. Pahami bahwa keberhasilan anda adalah berkat uluran tangan orang-orang disekitar anda. Buanglah jauh-jauh sikap yang digambarkan oleh sebuah ungkapan “Kacang lupa dengan kulitnya“.

Manusia dilahirkan dalam keadaan tidak berdaya, dia akan tumbuh dan berkembang berkat uluran tangan orang disekitarnya.

Ada yang bilang bahwa mental pemimpin sangat kuat hubungannya dengan perilaku. Dan itu didukung oleh kemampuan ekonomi. Kelihatannya memang begitu. Namun siapa yang tidak ingin jadi orang kaya, tapi kenyataannya tidak banyak orang yang berperilaku untuk itu. Ingin jadi pemimpin tapi tidak ada sama sekali perilaku yang menunjukan ke arah itu. Disini ada kaitannya faktor keluarga. Dimana sebuah keluarga adalah tempat pembetukan perilaku yang utama. Misalnya seorang yang memiliki darah ningrat, otomatis dalam dirinya tertanam perilaku sesuai dengan kondisi keluarganya. Seorang keturunan raja memiliki perilaku sebagai seorang raja sekalipun zaman sudah berubah. Yang jelas dia punya sesuatu, yang membuat dia tidak canggung berada dimanapun. Dia punya rasa malu yang membentengi dia dari perbuatan yang tercelah, dia punya aturan yang telah digunakan oleh leluhurnya. Dia merasa sebagai orang terhormat, semua itu tetap dia miliki sekalipun dalam kenyataan saat ini dia adalah orang yang tidak berdaya.

Seorang anak yang lahir dari keluarga miskin akan menjadi seorang miskin bukanlah suatu takdir, tapi tidak dapat diingkari dia dibentuk oleh orang sekitarnya menjadi seorang yang miskin. Dia akan terbiasa dengan gaya hidup orang miskin. Hanya sedikit saja yang mampu keluar dari kenyataan tersebut karena perilaku yang tertanan dalam dirinya adalah perilaku orang miskin, sehingga tidak banyak yang tahu tentang potensi yang dimilikinya.  Sebaliknya banyak anak yang dilahirkan dalam keluarga kaya keluar dari kenyaatannya karena kelalaiannya sendiri.

Mental pemimpin juga lahir ditengah keluarga miskin dan kita banyak membaca fakta pemimpin besar lahir dari keluarga petani. Jumlahnya sangat banyak namun kebanyakan mereka lenyap karena tidak berdaya. Putra mahkota hanya punya beberapa rintangan untuk menjadi raja, bagaimana seorang rakyat jelata ingin jadi raja?, kemungkinan terbesar adalah dia akan mati sebelum mencapai mimpinya, tapi kemungkinan untuk mencapai mimpinya bukan berarti tidak ada.

Banyak orang menjalankan perannya, tapi tidak tahu arah hidup yang ingin ditujunya. Mereka-reka hidup adalah apa yang kemudian dilakukannya. Bila sesuatu hal buruk terjadi, mereka akan berdalih nasib tak berpihak padanya. Tidak jarang seseorang baru menyadari tujuan hidupnya pada usia tua. Sangat disayangkan memang.

Seringkali orang tidak berani melakukan perubahan dalam hidupnya. Dia hanya menunggu, dan menunggu adanya perubahan tersebut… hingga akhirnya tujuan hidupnya tidak tercapai!

Sebenarnya, tidak masalah jika kita harus mengubah tujuan hidup beberapa kali. Hal yang terpenting adalah setiap saat kita mempunyai tujuan hidup yang ingin dicapai.  Setidaknya kita tahu ke mana kita akan berjalan dan strategi apa yang
harus diambil.

5 Cara Menetapkan Tujuan Hidup:

  1. Tanyakan pada nurani Anda, apa sebenarnya keinginan  Anda untuk beberapa tahun ke depan? Tidak ada salahnya  Anda bermimpi. Anda tidak perlu malu mengakuinya,   lagipula, tokh tidak ada biaya yang harus Anda keluarkan  untuk sekedar bermimpi.
  2. Kumpulkan informasi yang bisa membantu Anda untuk bisa mencapai tujuan tersebut. Jika ada orang lain yang sudah  berhasil melakukan yang Anda inginkan, belajarlah dari   mereka. Lakukan apa yang mereka kerjakan!
  3. Jangan hanya diam, lakukan sesuatu dan secara terus   menerus yang akan membawa Anda pada impian hidup.
  4. Jika cara yang Anda lakukan terbukti efektif dan   mendekatkan pada tujuan yang ingin dicapai, maka alangkah     baiknya jika Anda berusaha untuk meningkatkan   kemampuan dan menambah kecepatan kerja agar tujuan hidup  Anda lebih cepat tercapai.
  5. Jika hal di atas Anda lakukan secara terus menerus   tanpa lelah dan bosan, Insya-Allah Anda akan mendapatkan  tujuan hidup yang  diinginkan.

Anda ibaratnya adalah seorang ‘pemahat’ atas gambaran kehidupan Anda sendiri. Dan seorang pemahat yang baik akan selalu memiliki ‘planning’ terlebih dahulu untuk mendapatkan hasil yang terbaik.

Dalam hal ini, Anda pun hanya bisa sebesar dan sebahagian sebagaimana tujuan yang telah Anda tentukan. Oleh sebab itu, pahatlah diri Anda dengan sebaik-baiknya!

About these ads

3 Tanggapan

  1. thx for motivasion….

  2. Mantap….
    Setiap manusia berhak dan memiliki kesempatan untuk memilih jalan hidupnya, yang jelasnya yang menjadi keinginan tidak akan datang begitu saja, butuh proses dan kerja keras dalam usaha menjacapai keinginan tersebut.
    Semangat dan Salam SUKSESSS….

  3. good

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 79 pengikut lainnya.