KAS KECIL

Dalam hal-hal tertentu tidaklah praktis untuk menggunakan cek/giro bilyet sebagai alat pembayaran seperti untuk pembelian perangko, pembayaran ongkos angkut dan berbagai macam pembayaran lainnya yang jumlahnya relatif kecil. Kwantitas  transaksi ini relatif besar dan sifatnya segera. Untuk keperluan tersebut perusahaan mengalokasikan sejumlah kas dalam jumlah tertentu yang disediakan untuk keperluan-keperluan pembayaran yang tidak mungkin dilakukan dengan menggunakan check/Giro bilyet, yang disebut Kas Kecil. Pembentukan kas kecil adalah menyisihkan sejumlah dana untuk keperluan khusus, dengan mentransfer / memindahbukukan sejumlah dana dari rekening kas yang ada di bank.

Salah satu bentuk pengontrolan pengeluaran yang dilakukan melalui kas kecil adalah system imprest. Beberapa ketentuan dalam system ini adalah:

  • Kas kecil disediakan untuk keperluan pembayaran yang jumlahnya kecil dan tidak praktis bila dilakukan dengan check. Semua pengeluaran kas kecil dicatat pada buku kas kecil dan  hanya diposting ke buku besar sekali saja pada saat pengisian kembali kas kecil.
  • Dana yang ditentukan dalam kas kecil harus ditetapkan melelui keputusan manajemen dan tidak boleh melebihi ketentuan tersebut.
  • Pengeluaran-pengeluaran kas kecil hanya dapat dilakukan setelah perintah pengeluaran kas telah ditandatangani oleh pejabat yang berwenang.
  • Pengisian kembali kas kecil dilakukan secara berkala (misalnya 1 x seminggu), untuk mengganti sejumlah kas yang telah digunakan melalui penarikan tunai dari bank. (tidak boleh dari penerimaan harian). Hal ini perlu dilakukan agar semua penerimaan kas harian selalu sama dengan jumlah yang disetorkan ke bank.
  • Karena transaksi pengisian kas kecil adalah mengeluarkan kas untuk membayar transaksi yang telah dibayar melalui dana kas kecil, yang telah disediakan sebelumnya. maka transaksi kas kecil cukup dibukukan satu kali saja pada saat pengisian kembali kas kecil. Sedangkan keterangan lebih rinci mengenai penggunaan kas kecil dicatat pada buku kas kecil yang dicatat secara terpisah dengan buku besar.

*** (Transaksi pengeluaran kas untuk pengisian kas kecil adalah transaksi pengantian dana yang telah dikeluarkan dan dicatat pada pada transaksi pengeluaran kas)

Untuk lebih jelasnya dapat dilihat ilustrasi berkut :

Pada saat perusahaan mengambil keputusan untuk membentuk kas kecil, maka perusahaan menyisihkan sejumlah dana untuk kas kecil, sebesar jumlah tertentu yang ditetapkan oleh manajemen.

Pemindahbukuan/transfer : Periode awal

Rekening Keterangan  Debit Kredit
Bank X Pembentukan Kas kecil    99,999,999
Kas Kecil Pembentukan kas kecil 99,999,999  

Pengeluaran kas : Pengisian kas kecil

Rekening Keterangan  Debit Kredit
Bank X Pengisian Kas kecil Periode x – y    99,999,999
Biaya Onkos angkut 99,999,999  
Biaya Perjalanan Dinas 99,999,999  
Biaya Perawatan 99,999,999  
Biaya Administrasi 99,999,999  
Biaya lainnya 99,999,999  

Dari ilustrasi di atas dapat dilihat bahwa pada buku besar, penerimaan kas kecil hanya di catat sekali saja yaitu pada saat pembentukan kas kecil. Untuk selanjutnya dana tersebut diisi kembali secara berkala sesuai dengan biaya yang digunakan melalui dana tersebut. Informasi detail mengenai kas kecil hanya tersimpan pada buku kas kecil dan buku besar hanya mencatat transaksi yang telah dikelompokan.

Bila pada saat tertentu dana yang ditetapkan sudah tidak relevan lagi maka ketetapan mengenai dana kas kecil harus diperbaharui melalui ketetapan manajemen.

Jurnal : Perubahan dana kas kecil

Bila ditambah

Pemindahbukuan

Rekening Keterangan  Debit Kredit
Bank X Penyesuaian dana Kas kecil    99,999,999
Kas Kecil Penambahan dana kas kecil 99,999,999  

Bila dikurangi :

Pemindah bukuan

Rekening Keterangan  Debit Kredit
Bank X Penyesuaian dana Kas kecil 99,999,999   
Kas Kecil Pengurangan dana kas kecil    99,999,999 

 

Mencatat Transaksi Harian

Transaksi harian dicatat oleh pemegang kas kecil pada form elektrinik sbb:

frmPc

Kami mengasumsikan setiap biaya yang dibayar melalui kas kecil, timbul kewajiban/hutang bagi perusahaan untuk mengganti kembali dana tersebut sesuai dengan jumlah yang dikeluarkan.  Berdasarkan asumsi tersebut ZULISoft mengkredit account hutang biaya untuk mencatat Jurnal transaksi pengeluaran kas kecil selama periode tertentu, yang dilakukan saat pengajuan pengisian kembali dana kas kecil.  Selanjutnya pengeluaran kas untuk pengisian kembali kas kecil akan mendebet hutang biaya. 

VoucherPc

8 Tanggapan

  1. ok

  2. wah…nggak ada contoh realnya ya???
    butuh banget nie…buat tugas kuliah..
    fiiiuuuuuuuuuuhhhh

  3. CUKUP INFORMATIF

  4. please segera kirim ke email q kkelebihan penggunaan kas kecil sistem imprest….cepet yawh penting banget ne…..

  5. websitenya sangat informatif pak.

    pertanyaan :

    1. jadi kas kecil di debet saat pembentukan kas kecil.
    lalu di kredit saat penggunaan kas kecil ??
    kok di table diatas yg di kredit Bank X ?

    2. perusahaan saya menjual jasa (per proyek). dan tiap
    proyek punya kas sendiri2.
    apakah kas per proyek ini bisa diperlakukan seperti kas
    kecil ? atau ada solusi yg lbh baik ?

    maklum pemula nih pak
    terima kasih banyak

    ZB:
    Kita pahami dulu bahwa kas kecil adalah penyisihan sejumlah dana yang ditujukan untuk pembayaran yang nilainya relatif kecil dan tidak mungkin atau tidak efektif dilakukan melalui Cheque/Giro. seperti untuk pembelian kebutuhan harian dan sifatnya segera. Dalam proses penggunaan dana kas kecil sudah terpisah karena dicatat pada buku tersendiri, sehingga rekening kas kecil yang ada pada rekening buku besar dengan metode Impres tidak pernah di kredit. Dana tersebut adalah tetap kecuali dilakukan perubahan platform.
    Dana kas kecil diisi kembali secara berkala misalnya mingguan sejumlah dana yang terpakai pada periode tersebut. Cara mencatatnya tentunya bisa bervariasi. Perhatikan ilustrasi berikut:
    A. Pemegang kas kecil sebesar (10 Juta) untuk periode pengisian kembali 1 x dalam seminggu artinya dana dalam bentuk uang tunai dipegang oleh A sebesar 10 Juta. Pada satu periode A mengeluarkan kas melalui kas kecil dengan bukti-bukti yang mendukung dia kumpulkan sendiri selama periode tersebut. Pada waktu yang ditentukan A meng klaim ke perusahaan sejumlah kas yang telah dikeluarkannya. Klaim tersebut dapat dicatat sbb:

    Hutang Biaya ………………………….xxxx0
    …..Biaya x……………………….xxx1
    …..Biaya y……………………….xxx2
    …..Biaya z……………………….xxx3

    Dapat kita baca bahwa pada saat klaim tersebut timbul hutang bagi perusahaan yang dicatat dalam rekening hutang biaya
    yang terdiri dari biaya x, y, z. masing-masing biaya tersebut terdiri dari sekumpulan transaksi dalam periode tertentu. Dapat juga kita katakan bahwa Dana kas kecil telah berurang sebesar xxxx0

    Terlihat perbedaan dengan cara pencatatan pada tabel dimana pada tabel dijurnal secara langsung dengan mengkredit Bank X.

    Untuk pengisian kembali perusahaan menarik dana dari Bank sebesar xxxx0 untuk mengganti dana kas kecil yang telah terpakai tersebut.

    Pengisian kembali
    …..Bank x………………………………….xxxx0
    Hutang Biaya……………………….xxxx0

    Dapat kita lihat bahwa sama sekali tidak ada rekening kas kecil yang dilibatkan.

    Untuk penrtanyaan nomor 2 menurut saya kas sendiri-sendiri yang anda maksut berbeda dengan kas kecil. dimana anda mungkin saja mengalokasikan dana diatas kertas untuk setiap project terlepas dananya tersedia atau tidak sedangkan untuk kas kecil dananya berupa uang tunai sejumlah yang ditentukan dan dipegang oleh pemegang kas kecil.

  6. Terimakasih informasinya…

  7. huuffhh…

    maunya ada dua metode kas kecil,,,

  8. adakah contoh kasus ttg kas kecil”contoh pembuatan kas kecil

Tinggalkan Balasan